http://tinyurl.com/jackpotjoy-uk

Frans Dionesa's Weblog Rotating Header Image

Reformasi Birokrasi Setengah Hati!

Empat belas tahun perjalanan reformasi dan delapan tahun perjalanan pemerintahan SBY, reformasi birokrasi masih saja jalan di tempat (untuk tidak mengatakan gagal!). Hasil survei Political and Economic Risk Consultancy (PERC) yang terakhir menempatkan birokrasi Indonesia terburuk ke-2 di Asia, hasil ini menempatkan birokrasi Indonesia lebih buruk dari birokrasi Filipina, Thailand bahkan Vietnam. Mengapa hal ini bisa terjadi? Disamping karena Pemerintah tidak mempunyai grand strategy yang jelas, tepat dan terukur juga disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut :

  1. Pemerintah tidak merestrukturisasi organisasi pemerintahan, bahkan sebaliknya malah menggemukkan birokrasi, contoh : jumlah komisi-komisi negara bertambah banyak, penambahan unit kerja baru yang disebut Wakil Menteri, pemekaran wilayah, dll.
  2. Remunerasi yang diterapkan oleh Pemerintah sebagai elemen reformasi birokrasi bersifat tidak adil dan parsial karena hanya menguntungkan aparat dan pejabat pada lembaga dan kementerian tertentu saja.
  3. Sistem karier di birokrasi jauh dari kaidah-kaidah manajemen yang normal, penempatan seseorang dalam jabatan karier tidak berdasarkan merit system. Di tingkat pusat penempatan seseorang dalam jabatan karir lebih banyak bergantung pada kepentingan dan pertimbangan politis, sementara di daerah bergantung pada kedekatan dan hubungan kekeluargaan.
  4. Birokrasi telah menjadikan “ketaatan pada prosedur dan hukum” sebagai tujuan bukan alat atau cara. Ditengah gerakan pemberantasan korupsi (yang juga setengah hati) sebenarnya hal ini dapat dimaklumi, tapi dampaknya kepentingan rakyatlah yang menjadi korban!
  5. Efektifitas dan efisiensi pelayanan publik tidak akan terjadi, karena apabila dibuat efisien dan efektif aparat pada tingkat bawah akan kehilangan “rezeki”. Ingat idiom “kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah” yang mudah harganya murah dan yang sulit harganya mahal. Untuk mengatasi hal ini perlu ditata kembali mekanisme“reward” yang adil dan legal.
  6. Program dan kegiatan reformasi birokrasi yang dijalankan oleh birokrasi saat ini kental dengan nuansa membangun “citra” saja tidak benar-benar ingin mereformasi birokrasi dengan kata lain tidak ada political will yang sungguh-sungguh dari birokrasi dan kaum politisi.
  7. Pemerintah Pusat mengatakan bahwa ujung tombak pelayanan publik ada di pemerintah daerah karena sebagian kewenangan sudah didelegasikan ke daerah. Itu benar, tapi sayang ujung tombak itu tumpul karena sebagian besar transfer dana dari pusat untuk belanja pegawai dan operasional pemerintahan dan ingat yang didelegasikan baru kewenangannya! Bagaimana dengan keuangan, faktanya 70% dana APBN masih berada di pusat.

Barangkali kalau mau daftar tersebut di atas bisa diperpanjang. Namun pesan utama yang ingin saya sampaikan bahwa perlu ada grand strategy yang komprehensif, tepat dan terukur apabila ingin mereformasi birokrasi plus kesungguhan dukungan dan political will dari petinggi negeri. Jangan setengah hati. Tidak ada pekerjaan besar yang bisa berhasil jika dilakukan setengah hati !

4 Comments

  1. tamu says:

    memang diperlukan grand strategy yang dijalankan secara sungguh2 & konsisten untuk mereformasi birokrasi mengingat birokrasi sering juga di ombang ambingkan kepentingan politik
    reformasi birokrasi sebaiknya dimulai dari aparat2 penegak hukum & yg pegang senjata kemudian diikuti bidang keuangan dan selanjutnya

    1. admin says:

      Benar sekali, dan tampaknya itulah yang belum dterapkan dengan sungguh2 dan konsisten, terlalu banyak nuansa dan kepentingan politisnya. setuju dua bidang tersebut punya basis kekuasaan (kewenangan yg besar) yakni senjata dan uang, bayangkan kalau salah digunakan. Terimakasih komen dan kunjungannya ke blog saya, salam.

  2. ismail says:

    apapun kunci kesuksesan itu komitmen dan konsisten alias konsisten dengan komitmen,ini yg tak ada pada pelaksana negara.bukti katakan tidak korupsi malah dia yg korupsi. belajarlah dengan komitmen Muhammad saw.
    , bila anakku mencuri aku yg akan potong tangannya. haha ha anas u kalau satu rupiah aku maling gantung aku dimonas, artinya anas tak bisa digantung karena dia tak maling satu rupiah malah banyak rupiah. coba kalau dia komitmen kalau aku maling gantung aku dimonas, kalau tidak anda gantung yg memproses aku sebagai maling. kalau SBY aku didepan dalam berantas koruptor, kalu sudah begini SBY turun atau diturunkan agar koruptor bisa diberantas.ayo tagih itu janji2 mereka

  3. jono says:

    pemerintah pusat mmg ga adil diskriminatif dng pemda…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>